Saturday, May 11, 2019

...

Jangan Ada Lagi Buang-buang Makanan di Antara Kita


Suka ngerasa nyesel nggak sih kalau buang-buang makanan? Atau suka sedih gitu kalau ngeliat orang buang-buang makanan? Yup, aku sering banget ngerasa gitu. Makanya kalau hadir di event-event blogger, aku lebih suka ambil makanan secukupnya. Kalo kurang ya tinggal tambah, dari pada ambil banyak tapi ujung-ujungnya nggak dimakan dan kebuang.

Begitupun kalau lagi makan di restoran, biasanya aku lihat dulu ke pengunjung lain yang sudah pesan duluan, untuk tahu seberapa besar porsinya, baru sesuain deh. Kalo misalnya kebanyakan, biasanya aku pesen 1 porsi yang bisa dimakan berdua sama temen.

Mungkin bagi sebagian orang hal itu terkesan sepele. Padahal nggak demikian lho. Membuang makanan bukan perkara ringan, bahkan Allah aja bilang, yang suka buang makanan itu temennya setan, astagfirullahaldzim. Moga kita nggak termasuk ya.

Nah, ngomongin soal kemubadziran makanan, beberapa waktu aku hadir di acara Penandatanganan Kesepakatan Kerja antara Foodbank of Indonesia (FOI) dan Y Waste Indonesia dalam membantu penyediaan pangan untuk anak sekolah.

Mungkin banyak dari kamu yang bertanya, kenapa penyediaan pangan di sekolah? Ternyata, hal itu bukan tanpa alasan lho. berdasarkan observasi yang dilakukan FOI di wilayah Jakarta dan Banten, faktanya sekitar 40-50% anak-anak pergi ke sekolah dengan perut lapar sehingga menggangu konsentrasi belajar mereka.

Perut yang lapar dapat mengakibatkan menurunnya konsentrasi siswa saat belajar, sulit menerima pelajaran dengan baik, menimbulkan rasa malas, lemas, lesu, emosional, gelisah dan anemia. Hal ini tentunya sangat mengganggu proses KBM di sekolah ya kan.

Y Waste dan Foodbank of Indonesia (FOI) ini benar-benar memahami tantangan anak-anak yang mengalami kekurangan pangan ini. Perkembangan digital dan program pangan FOI Mentari Bangsaku mendorong terjalinnya kolaborasi untuk mengelola makanan yang berlebih untuk disalurkan pada anak-anak yang membutuhkan.

Kerjasama ini bertujuan untuk menggalang makanan dari hotel, restoran, dan kafe melalui teknologi berbasis aplikasi yang akan segera diluncurkan tahun ini. Aplikasi ini akan menjadi aplikasi donor makanan pertama di Indonesia dan diharapakan dapat menjadi solusi persoalan kelaparan di sekolah.

Sungguh ironis ya, mengingat di sisi lain, banyak banget kemubadziran makanan di Indonesia. Berdasarkan data yang dikutip dari The Global FoodBanking Network (GFN) menunjukkan ada 1,3 juta ton makanan jadi terbuang percuma setiap tahunnya. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu dari lima besar negara di dunia dengan jumlah sampah makanan yang terbuang percuma. Bayangin coba, 5 besar lho!!

Potensi inilah yang kemudian mendasari kerjasama FOI dan Y Waste yaitu dengan menghubungkan pihak yang kelebihan makanan dan pihak yang membutuhkan makanan. Kolaborasi FOI dan Y Waste ini bergerak untuk menjadikan makanan berlebihan sebagai bahan pangan yang bermanfaat bagi anak-anak yang kekurangan makanan. Donor pangan itu tentunya dari berbagai sumber yang berkontribusi seperti hotel, restoran, dan kafe. Namun kedepannya siapapun bisa berkontribusi dengan mudah, setelah diluncurkannya aplikasi Y Waste Indonesia ini.

Ian Price, founder Y Waste Australia mengatakan bahwa aplikasi ini telah berjalan baik di Australia dan berharap dapat mejadi aplikais solutif di Indonesia. Pemilihan FOI sebgai mitra Y Waste tak lepas dari pengalaman FOI sebagai bank makanan yang telah beroperasi lebih dari 4 tahun dan memiliki lebih dari 500 relawan di 17 titik wilayah operasi.

Senada dengan itu, pendiri FOI, M Hendro Utomo mengatakan upaya ini tentunya untuk meraih keadilan pangan bagi pihak yang membutuhkan, terutama anak-anak. Kesuksesan program ini tentunya membutuhkan dukungan dari banyak pihak seperti pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, media dan akademisi.

Di akhir acara, Presiden Director Y Waste Indonesia, Esti Puji Lestari menjelaskan bahwa melalui aplikasi ini akan lebih menemukan donor makanan, dan tentunya memudahkan proses pendataan makanan yang akan disumbangkan, lengkap dengan jadwal pengambilan donasi. Dan tentunya memudahkan FOI untuk menyalurkannya juga ke berbagai titik operasi.

Aku sendiri bangga dan terharu banget bisa menyaksikan proses penandatanganan kerjasama FOI dan Y Waste Indonesia. Dan berharap kedepannya nggak ada lagi deh cerita anak-anak yang kelaparan. Detailnya kamu bisa download aplikasinya ya, udah ada kok di Playstore ^_^

No comments: